Pengertian Stop Loss Hunter

Banyak pertanyaan broker curang memainkan stoploss, menjawab hal tersebut kita akan menjelaskan Pengertian Stop Loss Hunter.

Banyak trader merasa dicurangi oleh broker Jika, namun hal apa yang membuat kecurigaan Anda muncul? Percaya atau tidak, banyak trader merasa dicurangi karena aktivitas harga di platform trading yang dianggap tak normal. Komplain ini biasanya muncul setelah pergerakan ‘tak normal’ itu kerap merugikan mereka. Dari sinilah kemudian muncul istilah stop loss hunter untuk menyebut broker-broker forex yang dicurigai memanipulasi harga dan merugikan trader.

Pengertian Stop Loss Hunter

Stop loss hunter atau pemburu stop loss adalah pihak-pihak yang membidik stop loss trader agar mudah tersentuh. Ketika posisi trader terkena stop loss dan ditutup dengan kerugian, para pemburu ini akan mendapat keuntungan. Trader yang menjadi korban stop loss hunter biasanya mengalami kejadian-kejadian seperti ini:

Contoh kasus 1:
MR X membuka posisi buy EUR/USD di level 1.2850, dan menempatkan stop loss 50 pips dari entry di level 1.2850. Ketika harga turun mencapai 1.2855, posisi Amin tiba-tiba sudah tertutup oleh stop loss. Setelah ditelusuri, ternyata saat itu spread melebar hingga menyentuh target stop loss-nya. Kejadian ini tidak terjadi satu atau dua kali saja, sehingga menimbulkan kerugian besar pada akun Amin meski ia sudah menerapkan manajemen risiko.

Contoh kasus 2:
Amin membuka order buy EUR/USD di harga 1.2850. Dalam mempertimbangkan stop loss, ia menjadikan support dari level psikologis 1.2850 sebagai acuan. Tak lama setelah ia open posisi, harga ternyata turun dan menembus support Amin. Transaksi Amin pun rugi 50 pips karena harga sudah menyentuh stop loss. Akan tetapi, penembusan harga itu ternyata tak bertahan lama (false break). Setelah mencapai level 1.2840, harga kembali naik hingga melebihi level entry Amin. Jika saja tidak terkena stop loss, posisi buy Amin pasti bisa berakhir profit. Sama seperti contoh sebelumnya, kejadian ini sudah terjadi beberapa kali.

Kasus 1 merupakan contoh sempurna dari korban broker yang menjadi stop loss hunter. Perlu Anda ketahui, hanya broker-broker yang diuntungkan oleh kerugian trader saja-lah yang dicurigai berburu stop loss. Biasanya, broker seperti ini berjenis market maker (bandar) dan perusahaannya tidak terdaftar dengan jelas. Broker teregulasi justru akan rugi jika mereka berburu stop loss, karena ini merupakan tindakan ilegal yang bisa membuat mereka dijatuhi sanksi dan kehilangan banyak klien.

Kasus 2 sering kali dianggap bersumber dari kesalahan trader dalam menempatkan stop loss. Hal itu ada benarnya, tapi tingginya frekuensi false break sebenarnya bisa disebabkan oleh para stop loss hunter dari ‘golongan’ lain.

Untuk mengungkap detailnya lebih jauh mengenai Pengertian Stop Loss Hunter, simak fakta-fakta mengejutkan tentang stop loss hunter berikut ini:

1. Apakah Broker Curang

Ketika berbicara tentang stop loss hunter, banyak trader awam langsung menuding broker bandar sebagai tersangka utama. Meski hal itu benar, tapi sebenarnya ada pelaku lain yang sering luput dari perhatian. Kegagalan mengenali tersangka lain inilah yang sebenarnya menyebabkan banyak trader mengalami insiden 2.

Pelaku yang kita bicarakan disini adalah para big player (pemain besar). Mereka biasanya sudah sangat berpengalaman dan pandai memanfaatkan kesalahan trader amatir untuk mendapat keuntungan maksimal. Bagaimana bisa? Prinsipnya bisa ditelusuri dari hubungan buyer dan seller di pasar forex. Ketika Anda ingin membeli (buy) suatu mata uang di atas level support, darimana Anda melakukannya jika tidak dari penjual (seller)?

Nah, untuk memancing trader amatir melakukan sell di level support, mereka rela ‘menggerakkan harga’ sedikit di bawah support, lalu melakukan open buy dengan volume besar untuk mendorong harga kembali naik. Para big player biasanya bertransaksi sebagai trader institusi yang memiliki cukup amunisi untuk menciptakan pergerakan seperti itu.

2. Strategi Exit Market

Fakta pertama telah menyimpulkan bahwa stop loss hunter seringkali mengincar level-level umum yang menjadi patokan trader-trader retail. Kalau sudah begitu, apa sebaiknya exit trading dilakukan secara manual saja dan tidak menggunakan stop loss? Jawabannya tergantung dari kemampuan Anda sebagai trader. Jika sudah pro dan bisa melakukan close posisi manual dengan kepala dingin, maka silahkan saja. Namun apabila Anda masih sering dipengaruhi emosi trading saat mengambil tindakan, maka cara ini justru bisa mempercepat kerugian Anda.

Sebagai solusi, Anda bisa mengantisipasi stop loss hunter dengan memberi jarak beberapa pips dari level kunci yang ditargetkan. Dalam contoh trading Amin misalnya, memilih level bulat 1.3100 sebagai stop loss adalah tindakan kurang bijak, karena besar kemungkinan para stop loss hunter akan beraksi di area tersebut. Untuk mengantisipasinya, lebih baik longgarkan stop loss di area 1.3092, 10394, dan sejenisnya.

Selain itu, akan lebih baik lagi jika Anda memilih untuk mendasarkan stop loss dari aturan manajemen risiko. Misalnya, jika Anda memiliki batas toleransi risiko 30 pips untuk setiap posisi, maka gunakan saja pedoman tersebut untuk menentukan stop loss. Aturan seperti ini cukup mustahil diprediksi stop loss hunter karena manajemen risiko setiap trader berbeda-beda, tidak seperti acuan pergerakan harga yang relatif sama di semua chart trader.

Tips Untuk Menghindari Stop Loss Hunter

Dari beragam ulasan di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa trader retail (terutama yang masih pemula) harus sangat berhati-hati agar tidak menjadi korban stop loss hunter. Mulai dari tahap memilih broker hingga merencanakan posisi trading, ini dia tips lengkap melindungi diri dari stop loss hunter:

  • Pilih broker dengan teliti. Usahakan sebaik mungkin untuk menghindari broker bandar, serta lihat pengalaman dan regulasi broker untuk menentukan kredibilitasnya. Anda bisa berpedoman pada artikel berikut untuk memilih broker forex yang aman.
  • Buatlah jurnal trading sehingga Anda bisa mengevaluasi hasil transaksi. Hal ini bisa menunjukkan apakah kerugian Anda hanya berasal dari kesalahan sendiri atau disebabkan ulah stop loss hunter. Selain itu, Anda juga bisa mengenali pihak mana yang suka memburu stop loss trading Anda, apakah broker atau pemain besar.
  • Hindari menempatkan stop loss tepat di level-level kunci yang umum (level psikologis, pivot point, Fibonacci, level high atau low, dsb.).
  • Kurangi trading di momen rilis berita berdampak tinggi. Jika masih mempunyai posisi floating di saat seperti itu, sesuaikan stop loss-nya dengan tingkat volatilitas terbaru.
  • Waspadai false break dengan menunggu konfirmasi lebih lanjut. Jangan terburu-buru mengambil keputusan saat sinyal price action menunjukkan ketidakpastian pasar.
  • Selalu gunakan lebih dari satu sinyal trading untuk mengambil keputusan penting.
  • Tingkatkan disiplin trading dan kendalikan emosi Anda. Dalam berburu stop loss, para pemain besar tidak hanya memanfaatkan pengetahuan mereka akan level-level kunci yang umum digunakan trader, tapi juga kebiasaan buruk trader pemula yang masih sering dipengaruhi oleh ketakutan (fear) dan keserakahan (greed).

Kiranya artikel mengenai Pengertian Stop Loss Hunter, dapat memberikan tambahan informasi bagi anda.

Jika Anda memerlukan konsultasi mengenai Pengertian Stop Loss Hunter, pemilihan broker, sistem trading, atau fasilitas MetabotFX lainnya, Anda dapat menghubungi kami melalui:
Phone/WhatsApp: 08 127 127 2020
Email: mailto@metabotfx.com