Mengetahui Pola Elliot Wave

Dalam trading di market, kita perlu mengetahui pola elliot wave karena cara ini salah satu sarana trading dengan probabilitas tinggi.

Faktor utama keberhasilan menerapkan teori gelombang Elliot dalam trading adalah kemampuan mengidentifikasi gelombang dengan benar yang oleh sebagian trader dianggap sulit dan membingungkan.

Cara sederhana untuk memahami teori gelombang Elliot adalah dengan mengetahui tiga hal pokok yang membentuk teori ini, yaitu siklus delapan gelombang yang selalu berulang, mengetahui gelombang impulsif dan gelombang koreksi, serta pergerakan gelombang yang selalu mengikuti teori Fibonacci, baik Retracement maupun Expansion.

1. Mengetahui Pola Elliot Wave dari siklus 8 gelombang yang selalu berulang.

Dasar teori Elliot adalah terbentuknya 8 gelombang yang selalu terjadi dan berulang. Dalam setiap pergerakannya, pasar selalu membentuk trend dengan kuat yang diikuti dengan koreksi, dan ketika koreksi telah berakhir pasar kembali akan membentuk trend yang searah dengan trend semula atau berlawanan arah dengan trend semula, dan disusul dengan koreksi lagi, dan seterusnya.

Trend utama terdiri dari 5 gelombang (gelombang 1-2-3-4-5). Sedangkan koreksi terdiri dari 3 gelombang yang berlawanan arah dengan trend utama (gelombang A-B-C).

Pembalikan arah trend bisa terjadi jika koreksi berlanjut dan melampaui batas level tertentu pada trend sebelumnya, tetapi tetap mengikuti aturan 5 gelombang untuk trend utama dan 3 gelombang untuk koreksi, sehingga tetap bergerak dalam siklus 8 gelombang yang selalu berulang.

Aspek lain dalam teori gelombang Elliot adalah bahwa pergerakan trend bersifat fractal, yaitu tiap gelombang bisa diurai menjadi sub bagian yang lebih kecil dengan pola gelombang 5-3 yang sama. Dan tiap sub bagian bisa diurai menjadi sub-bagian yang lebih kecil lagi dengan pola gelombang yang sama, dan seterusnya.

2. Mengetahui gelombang impulsif dan gelombang koreksi.

Gelombang impulsif adalah 5 gelombang yang membentuk trend utama sedang koreksi terdiri atas 3 gelombang.

Dalam melakukan identifikasi guna menentukan saat yang tepat untuk entry, trader tidak harus mencari untuk menyesuaikan keadaan sekarang dengan gelombang trend utama, tetapi bisa juga menyesuaikannya dengan gelombang koreksi. Tujuan dari penyesuaian dengan gelombang koreksi adalah ketika koreksi akan berakhir dan pasar akan kembali bergerak sesuai dengan trend utama, trader bisa mengantisipasi dan membuka posisi pada level harga yang menguntungkan.

Kesalahan trading dengan gelombang Elliot biasanya adalah membuka posisi pada saat trend gelombang utama akan berakhir dan gelombang koreksi akan dimulai.

Pada contoh di atas, tampak GBP/USD sedang bergerak dan menuju pada gelombang koreksi C. Trader bisa menunggu hingga koreksi selesai dan mencari momen yang tepat untuk membuka posisi buy sebagai antisipasi kelanjutan trend utama.

Prinsip utama trading dengan gelombang Elliot adalah identifikasi 5 gelombang trend utama dan 3 gelombang koreksi. Jika kurang jelas, trader bisa melihat pada time frame yang lebih tinggi untuk menemukan 8 siklus gelombang tersebut dan menentukan gelombang inpulsif dan gelombang koreksinya.

3. Adanya hubungan antara teori Fibonacci dengan Mengetahui Pola Elliot Wave.

Dalam bukunya “Nature’s Law”, Ralph Elliot menjelaskan bahwa angka-angka dalam deret Fibonacci merupakan dasar matematis dari prinsip pergerakan gelombang. Mereka yang trading dengan metode gelombang Elliot selalu menerapkan Fibonacci Retracement untuk mengetahui batas-batas level koreksi (gelombang 2, 4, A, C) dan Fibonacci Expansion untuk mengetahui batas-batas ekspansi gelombang sebelum mengalami koreksi (gelombang 3, 5). Berikut contoh penerapannya pada EUR/USD daily:

Dalam trading dengan gelombang Elliot, trader akan melihat pada semua level-level Fibonacci retracement dan expansion. Ini karena kita tidak bisa memperkirakan level retracement mana yang akan mendapatkan respons dari pasar sehingga harga akan kembali bergerak searah dengan trend utama, atau level expansion mana yang akan direspons pasar untuk memulai fase koreksi. Dalam hal ini, kita bisa menggunakan indikator teknikal seperti indikator oscillator (RSI, stochastic, CCI), atau pengamatan setup price action sebagai konfirmator sinyal yang mungkin terjadi pada level-level Fibonacci tersebut.

Pada contoh di atas tampak gelombang ke 2 berakhir tepat pada 50% level Fibonacci retracement yang ditarik dari titik S (start) ke titik 1 (gelombang 1). Pada level 50% Fibo retracement terbentuk Inside Bar yang menunjukkan keadaan konsolidasi. Bar setelahnya mengkonfirmasi pergerakan bullish setelah level tertinggi Mother Bar ditembus.

Ekspansi gelombang ke 3 berakhir tepat pada level 100% Fibonacci expansion. Fibonacci expansion ditarik dari titik-titik pada gelombang 1 dan gelombang 2 (S-1-2). Untuk selanjutnya, trader bisa memperkirakan akhir pergerakan gelombang ke 4 pada sekitar level 61.8% Fibo expansion, dan akhir gelombang ke 5 pada level 150% Fibonacci expansion, setelah dikonfirmasikan dengan indikator atau price action yang terbentuk. Kiranya dengan membaca artikel adiatas, anda Mengetahui Pola Elliot Wave dan bisa mempraktekannya.

Jika Anda memerlukan konsultasi mengenai pemilihan broker, sistem trading, atau fasilitas MetabotFX lainnya, Anda dapat menghubungi kami melalui:
Phone/WhatsApp: 08 127 127 2020
Email: mailto@metabotfx.com